Menghitung biaya alat olahraga: satu produk, beberapa tabel biaya kecil
Produk olahraga biasanya menggabungkan plastik, kain, kayu, kulit dan logam dalam satu barang. Cara menghitung tiap sub-unit menurut tulisan bahannya lalu menjumlahkannya, alih-alih meleburnya menjadi satu baris bahan.
Industri ini tidak punya rantai proses sendiri untuk diikuti — ia **meminjam rantai beberapa industri sekaligus di dalam satu produk**. Satu raket, satu pasang sepatu lari, satu sepeda semuanya menggabungkan plastik, kain, logam, kadang kayu dan kulit.
Jadi tulisan ini tidak mengajarkan cara hitung baru. Ia membahas **cara menggabungkan beberapa tabel biaya**, dan satu-satunya titik yang orang sering salah ketika menggabungkannya.
Pisahkan produk menjadi sub-unit sebelum menghitung
Tiap sub-unit mengikuti tulisan bahan utamanya:
| Sub-unit terbuat dari | Pakai tulisan | Satuan pemakaian |
|---|---|---|
| Plastik injeksi | Injeksi plastik | Berat satu shot dibagi cavity |
| Kain, webbing | Garmen | Pemakaian dari marker |
| Kulit | Produk kulit | Luas yang dikeluarkan dibagi produk yang dikirim |
| Kayu | Mebel | Lembar, meter lari, atau set |
| Logam yang dikerjakan | Permesinan CNC atau fabrikasi pelat | Berat material |
| Sub-unit beli jadi | Pembuatan mesin, bagian komponen beli | Harga beli × jumlah |
Titik salah saat menggabung: melebur menjadi satu baris bahan
Godaannya adalah mengisi satu baris «bahan» dengan jumlah totalnya. Itu cepat, dan totalnya pun tetap benar — tetapi tabelnya kehilangan seluruh kemampuan menjawab pertanyaan berikutnya: uangnya ada di sub-unit yang mana.
Dan di industri ini jawabannya sering mengejutkan. Sub-unit yang tampak sampingan bisa lebih mahal daripada sub-unit yang tampak utama, sebab ia memakai bahan mahal atau memakan banyak tenaga perakitan. Anda tidak akan pernah melihatnya kalau hanya ada satu baris.
Tenaga perakitan akhir: pos yang paling mudah terlupa
Produk dengan banyak sub-unit punya pekerjaan menyatukan sub-unit, dan pekerjaan itu bukan milik sub-unit mana pun. Ia mudah terlupa sebab tiap sub-unit sudah punya tenaganya sendiri.
Isikan sebagai satu baris tenaga kerja tersendiri, dengan nama tenaga perakitan akhir. Pada produk dengan banyak komponen kecil, baris ini bisa lebih besar daripada tenaga sub-unit mana pun.
Sepuluh pos
Sesudah sub-unit dipisah, sembilan pos sisanya dihitung menurut cara umum: mesin dan tenaga kerja dijumlahkan dari tiap sub-unit, ditambah baris tenaga perakitan akhir; barang cacat, rework, subkon, perkakas, kemasan, pengiriman dan overhead menurut cara yang diuraikan tulisan lain.
Khusus kemasan pada barang konsumen biasanya lebih berat daripada yang orang kira — ia yang pertama dilihat pelanggan, jadi ia bukan tempat untuk dipotong lebih dulu.
Panduan terkait
- Menghitung biaya injeksi plastik: sepuluh pos menurut urutan produksi
Membedah biaya satu produk injeksi menurut urutan produksi: biji plastik dan masterbatch, jumlah cavity, jam mesin, biji giling sebagai nilai pemulihan, barang cacat, subkon, kemasan dan overhead.
- Menghitung biaya produksi garmen: sepuluh pos menurut urutan line
Membedah biaya satu potong pakaian menurut urutan line: pemakaian kain, aksesoris, SAM dan tarif menit line, barang cacat, rework, subkon, kemasan, pengiriman dan overhead pabrik.
- Menghitung biaya satu unit mesin: jumlahkan dari komponen ke atas, bukan bagi dari mesin ke bawah
Membedah biaya satu mesin atau unit peralatan industri lengkap sepuluh pos: komponen buatan sendiri, komponen beli jadi, tenaga perakitan, uji jalan — dan titik dua jenis komponen mudah terhitung dua kali.