Menghitung biaya produk kimia: seperti pangan, ditambah produk sampingan
Membedah biaya produk kimia per batch: rantai susut dan sanitasi antar batch sama seperti pengolahan pangan, ditambah satu hal khas — produk sampingan yang laku dijual.
Struktur biaya produk kimia dekat dengan **pengolahan pangan**: produksi per batch, bahan kehilangan bobot di tiap tahap, sanitasi antar batch adalah biaya menurut kejadian. Baca dulu tulisan pangan — bagian rantai susut maupun bagian sanitasinya berlaku.
Tulisan ini membahas dua titik yang berbeda.
Produk sampingan yang laku dijual: bagaimana membagi biayanya
Banyak proses kimia menghasilkan lebih dari satu barang yang laku dijual. Pada keadaan itu biaya batch harus dibagi antara produk utama dan produk sampingan — dan cara membaginya menentukan biaya produk utama.
Dua cara yang biasa dipakai, keduanya boleh asalkan **dituliskan jelas cara mana yang dipilih**:
- Menganggap produk sampingan sebagai nilai pemulihan: kurangkan uang penjualannya dari biaya batch, sisanya adalah biaya produk utama. Sederhana dan masuk akal ketika produk sampingannya kecil.
- Membagi biaya batch menurut porsi nilai: tiap produk memikul biaya sesuai porsi pendapatan yang ia hasilkan. Masuk akal ketika kedua produk sama-sama berarti.
Pengolahan limbah adalah biaya produksi, bukan overhead
Bagian yang tidak laku dijual harus diolah, dan untuk bahan kimia pengolahan memakan uang sungguhan — menyewa pengolah berizin, atau menjalankan instalasi pengolahan sendiri.
Jumlah itu sebanding dengan jumlah produksi sehingga ia milik produknya, dan tidak seharusnya didorong seluruhnya ke overhead pabrik. Didorong ke overhead, jejaknya hilang: perbaikan yang mengurangi limbah tidak akan muncul di mana pun.
Sepuluh pos — diambil dari pangan, tiga tempat diubah
| Pos | Apa bedanya |
|---|---|
| Bahan | Rantai susut dihitung seperti pangan; ditambah pengurang kalau produk sampingan dianggap sebagai nilai pemulihan |
| Barang cacat | Batch yang tidak memenuhi syarat — biasanya harus diolah sebagai limbah, jadi nilainya negatif dan bukan sekadar nol |
| Overhead | Ditambah biaya mempertahankan izin dan pemantauan lingkungan berkala |
Tujuh pos sisanya dipakai seperti pada tulisan pangan, termasuk cara mengisikan sanitasi antar batch dan uji laboratorium per lot.
Panduan terkait
- Menghitung biaya produksi pangan olahan: sepuluh pos menurut urutan produksi
Membedah biaya satu produk pangan olahan menurut urutan proses: bahan baku dan susut bertingkat, bahan tambahan, sanitasi antar batch, barang kedaluwarsa, kemasan, rantai dingin dan pengiriman.
- Susut pengolahan: sebuah rantai yang berlipat, bukan satu angka tunggal
Mengapa susut dalam pengolahan pangan dikalikan antar tahap dan bukan dijumlahkan, cara merangkum seluruh rantai menjadi satu angka yang cocok dengan gudang, dan tiga tempat ada uangnya.
- Sanitasi antar batch dan barang kedaluwarsa: dua biaya yang tidak sebanding dengan jumlah produksi
Mengapa tenaga sanitasi jalur adalah biaya menurut kejadian, cara mengisinya bersama biaya uji laboratorium, dan mengapa barang kedaluwarsa harus dipisah dari cacat produksi.